Senin, 29 Juni 2009
Sabtu, 28 Maret 2009
Malam Pesta Patri
Satu minggu sudah Erika tak pernah bertemu lagi dengan Rangga, sahabat barunya. Seperti ada yang lain pada diri Rangga.
Senja indah di bulan November yang ditiggalkan oleh Rangga kepada Erika adalah sebuah kenangan yang tergores dari dalam lubuk hatinya paling dalam dan tak akan terlupakan untuk selamanya. Terbayang jelas dan masih segar dalam ingatannya. Saat pertama kali dirinya bertemu dengan Rangga. Di malam PESTA PATRI itulah keduanya bertemu.
Berawal dari pertemuan di PESTA PATRI ada perkenalan yang berujung pada sebuah keakraban.
“Hai selamat malam “ terdengar suara agak keras dari arah belakang dimana Rika sedang istirahat untuk melepas lelah , belum hilang rasa lelahnya ,ia terkejut tiba-tiba disebelah sampingnya telah berdiri seseorang yang belum dikenalnya. Keduanya beradu pandang cukup lama ada keraguan dihati masing –masing .
“Selamat malam dik” sebuah sapaan lembut kembali terucap dari bibir tipis cowok keren itu. ,sambil melempar sebuah senyuman yang sangat manis dan menawan ,hingga mengetarkan hati seorang gadis yang ada disampingnya itu. ”Eh…, kenalan namaku Rangga. “Nama adik siapa?” Sebuah pertanyaan itu kembali meluncur dari bibir tipisnya itu sambil mengulurkan tangannya sebagai tanda jabat erat persahabatan
“Namaku Erika ,Kak, .tapi panggil saja aku Rika” Celetuknya sambil mengulurkan tangannya . “Kalau begitu lebih enaknya aku panggil kamu Rika aja ya, nggak keberatan
“Nih aku membawa sebungkus nasi goreng, tadi temanku yang beli”. Selorohnya sambil tanganya membuka tas plastik warna hitam dan diamblikanya sebungkus nasi goreng itu dalam plastik.
“Ayo dik jangan malu-malu , nanti sakit lho?” ajak Rangga
Akhrinya Rika pun mau menerima tawaran itu, dan kemudian merekanpun menikmati lezatnya nasi goreng itu bersama-sama. Disaksikan oleh bulan dan bintang, kedunya pun menjadi saksi atas kehangatan persahabatan mereka yang baru saja dirajut. Dengan disaksikan bulan dan bintang itu pula mereka berdoa dan berharap semoga kebersamaan ini akan abadi untuk selamanya.
Setengah jam sudah keduanya beristirahat. Kiranya lebih dari cukup untuk mengumpulkan tenaga baru, dan kembali memulai untuk melanjutkan perjalanan malam itu.
Sampai di pos ke empat, kelelahan nampak jelas terlihat di wajah Erika. Wajahnya pucat pasi, mulutnya pun tampak kering menandakan kondisi tubuhnya benar – benar lemah dan sangat kelelahan.
Rangga pun cepat tanggap pada keadaan, ia yang selalu menemani Rika, sudah sejak dipos kedua diam – diam telah memantau dan memperhatikan kondisi fisik rika. Ada pancaran rasa kelelahan diwajah Rika, tapi ia masih memaksakan diri untuk berjalan. “Dik kamu capek ya, atau kamu sakit ?” Tanya Rangga dengan perasaan cemas, yang ditanya hanya diam, tak mampu menjawab hanya anggukan kecil yang ia mampu lakukan, sebagai jawaban pertanyaan dari Rangga. Tiba – tiba tubuh Rika terjatuh ke tanah dan dengan sigapnya tangan Rangga menangkap tubuh mungil Rika. Gadis berjilbab itu ternyata pingsan. Kemudian Rangga memapahnya dan membawa Rika kepos kesehatan. “ Hai ndree, bantu aku cepat !” teriak Rangga sambil lari tergopoh – gopoh menuju tempat pos kesehatan. “ Ada apa ngga ?” kamu kok pakai teriak – teriak segala,” sahut suara dari arah dalam. Tak berapa lama kemudian muncul seorang remaja seusia Rangga dari dalam pos kesehatan itu, dan ia bergegas menghampiri Rangga. “Ndree, ini aku bawa seorang pasien”. Ia pingsan karena kelelahan, tadi ia bersamaku. “Kamu bisa menolongnya kan?” Tanya Rangga kepada andree dengan nada cemas. “lho, ngga inikan Erika, Ayo cepat bawa kedalam pos!....”, lalu keduanya memapah tubuh rika dan membaringkanya dibangku panjang yang difungsikan sebagai pengganti tempat tidur pasien.
Sebagai petugas kesehatan yang sudah cukup terlatih Andree dengan sikap tenang memberikan pertolongan pertama pada Rika. Pada bagian hidung rika diberi perangsang minyak kayu putih guna mengembalikan kesadaran Erika. Tak berapa lama Erika pun tersadar dari pingsanya, samar – samar ia melihat Rangga ada didepannya. “ kak aku ada dimana ?” suaranya yang masih lemah mencoba memanggil. “Eh kamu sudah siuman dik”. “Syukurlah kalau kamu sudah sadar”. Ucap Rangga gembira. “ Kamu ada di pos kesehatan, kamu tadi pingsan cukup lama,” ini minum dulu teh manisnya, masih panas kok !. Biar badanmu cepat sehat kembali “... Dengan penuh pengertian dan rasa kasih sayang yang tulus Rangga menolong dan merawat rika. Tetes air mata tak terasa menetes dari bola matanya yang bening. Yaah… rika sangat terharu, dan mengagumi kepribadiaan Rangga sahabat barunya itu. Ada getar – getar yang lain mulai tumbuh dari dalam hatinya, akankah benih itu kan bersemi?” hanya waktu yang kan menjawab.
Malam Pesta Patri pun sudah berlalu, mereka pun berpisah. Tapi Rangga pernah bilang sama Erika, semoga kita akan bertemu kembali ?. tapi erika tidak menjawab, ia hanya mengangguk tanda setuju. Mereka berpisah seiring dengan berakhirnya PESTA PATRI
Setelah itu Erika tidak pernah bertemu lagi dengan Rangga.
“Maafkan aku menduakan cintamu”
“Berat rasa hatiku meninggalkan dirinya”
Sepenggal lirik lagu yang dinyayikan oleh Pasha Ungu, memecah keheningan kamar Rika. Nada pesan dari Hp kesayanganya itu berbunyi dua kali, itu berarti ada 2 pesan yang masuk. Lamunannya pun seketika buyar 1001 pertanyaan membuncah didalm hatinya. Dari siapakah sms itu dikirimkan, oleh satu atau dua orangkah pengirim sms itu?”.
Dengan penuh teka – teki dihati yang belum terjawab itu, ia mencoba mencari tahu, dan jawaban itu hanya dapat ditemui dalam hp kesayanganya. Lalu diambilah hp kesayanganya itu dari atas meja belajarnya, yaa…. Ditempat itulah ia selalu menaruh dan menyimpan barangnya. Tangan kecilnya segera membuka pada tombol pembuka pesan. Betapa terkejut hatinya setelah ia tahu ternyata pengirim sms itu dari dua nomor yang berbeda. Degup suara jantungnya semakin cepat memicu. Dag, Dig , Dug begitulah terdengar. Bayangan wajah Rangga, cowok keren yang selama ini ia kagumi melintas dan menari – nari di pelupuk bola matanya. Dia yang selama ini menghilang, tiba – tiba mengirim sms kepadanya. Perlahan tapi pasti Rika pun mulai membaca satu sms itu.
“adiku sayang, maafkan kakak, aku pergi tanpa meninggalkan pesan. Berat rasa hatiku untuk mengucap kata pisah itu, tapi percayalah padaku ,namamu kan selalu kukenang dalam hidupku. Sayang ,aku telah dijodohkan oleh orang tuaku dan aku tak mampu menolaknya, maafkan aku, bukan bermaksud menyakitimu.
Dariku Rangga
Tetes – tetes air matanya membanjiri wajah cantiknya itu. Tetesan air mata dalam sebuah penantian panjang yang berakhir ditengah jalan. Hatinya berbisik lirih dalam doa pengharapan. “Semoga kamu bahagia kak bersamanya”... Dalam sisa –sisa kegetirannya itu Rika masih mencoba bertahan dan berharap akan hari yang lebih cerah.
Dibukanya lagi satu sms yang belum terbaca. Dari suatu nama yang tak asing lagi juga bagi dirinya, dan dia adalah Andre. Ia adalah kakak kelasnya. Sosoknya pun selama ini terhadap dirinya sangat baik dan sopan .Dan dia sangat menghargai wanita, lagi pula Andrelah yang menberikan pertolongan pertama pada saat dirinya pingsan pada waktu mengikuti kegiatan malam PESTA PATRI .
Dulu andre juga sempat memberikan nomor HPnya.Begitu juga sebaliknya Rikapun memberika nomor HPnya pada Andre.tapi baru pertama kali andre mengirimkan sebuah sms kepada dirinya .Dengan perasaan serba ingin tau maka dibukalah dan dibacanya sms itu .
“Terlalu lama ku pendam
Semua rasa ini padamu
Kini ku sudah tak tahan
Ku ingin kau tau semua..
Saat pertama kali ku melihatmu
Jantungku mulai berdegup kencang
Sejak saat itu
Malam-malamku penuh mimpi tentangmu
Setiap kali bersamamu
Serasa ku terbang melayang
Anganku membawamu turut serta
Menghadapi ribuan bintang di langit
Aku jatuh cinta padamu
Jatuh cinta yang pertama”
“Selamat sore Dik, maafkan bila aku telah lancang “Aku kirim puisi ini untuk menyatakan perasaaku yang telah lama ku pendam
“Dik aku mencintaimu dan menyanyangimu .sudikah kiranya menerima kau cintaku?”
Singkat dan jelas sms itu .ternyata selama ini Andre talah menaruh hati pada Rika,dan baru kali ini dia berani mengutarakan .
Rika pun tersenyum kecil penuh arti.Yang hilang telah berganti .Dan benih –benih cinta yang ada dihatinya telah bersemi kembali .Keindahanya yang kan menjelang ,seindah pelangi pagi.
Kenangan 25 November 2008
Saat ada sebuah perbedaan
Dan perbedaan itulah yang
Semakin mendewasakan hati
